Rusia dan Korsel Tuding Google Melakukan Praktik Monopoli Android

Beberapa pekan yang lalu Lembaga Anti Monopoli Rusia telah menjatuhkan sanksi kepada Google yaitu berupa pinalty sebesar Rp 89 Miliar. Seperti halnya Rusia, Google memang sedang diawasi oleh Lembaga otoritas di Korea Selatan dengan kasus yang sama yaitu monopoli android. Korea Fair Trade Commission (KFTC) saat ini sedang melakukan investigasi terkait dengan kasus Google apakah sudah melanggar hukum anti monopoli yang tercantum pada peraturan di Korea Selatan atau belum.

Narasumber dari KFTC telah menerangkan bahwa pihak KFTC telah memeriksa markas Google di Korea Selatan pada bulan Juli. Google bukan saat ini saja menghadapi ancaman hukuman tetapi memang mesing pencari raksasa tersebut sedang banyak gugatan terkait dengan masalah yang sedang dihadapi.

Kabarnya Uni Eropa juga melayangkan tuntutan anti monopoli yang dilakukan oleh Google. Yaitu Google dianggap merugikan konsumen dan para provider karena mewajibkan untuk menginstal produk Google ke smartphone sebagai aplikasi bawaan.

Ekspor data peta digital dari negara Korea Selatan juga mengalami hambatan karena pihak Google dan Pemerintahan sedang melakukan perdebatan sehingga akses Google Maps di negara tersebut sempat trouble.

Baca Juga : Harga LG Stylus 3, Smartphone Berspesifikasi Ram 3Gb

Tak hanya itu saja operasional google juga dipertanyakan oleh kompetitor lokal, bahwa perusahaan raksasa tersebut tidak melakukan pembayaran pajak dan tunduk kepada hukum perdagangan yang berlaku di Korea Selatan. Google membantahnya karena tunduk dan patuh kepada Undang – undang pajak di suatu negara adalah sebuah kewajiban yang harus dijalankan dan dihormati. Bagaimana menurut pandangan Anda ?

Leave a Replay

comments

Rusia dan Korsel Tuding Google Melakukan Praktik Monopoli Android | nofalanta | 4.5